Ini
adalah modul yang saya susun waktu saya kelas 1 SMA untuk memenuhi tugas
Geografi, materinya saya peroleh dari berbagai sumber...Ada
berbagai materi disertai pertanyaan dan kunci jawabannyaSemoga
dapat berguna untuk kita semua... aamiin...So, tidak
perlu berlama – lama, silakan menikmati ala kadarnya ^.^
Modul Geografi
Modul Geografi
Daftar Isi
Cover
Kata Pengantar
A. Pengertian Geografi
B. Konsep Geografi
C. Aspek
Geografi
D. Pendekatan
Geografi
E. Prinsip
Geografi
F. Sejarah
Perkembangan Bumi
G. Jagad
Raya
H. Tata
Surya
I. Uji
Kompetensi
J. Kunci
Jawaban
K. Sumber
A. Pengertian Geografi
Geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang lokasi serta persamaan dan perbedaan
(variasi) keruangan atas fenomena fisik dan manusia di atas permukaan bumi. Kata geografi berasal dari Bahasa Yunani yaitu gêo ("Bumi")
dan graphein ("menulis", atau
"menjelaskan").Geografi juga merupakan nama judul buku bersejarah pada subyek
ini, yang terkenal adalah Geographia tulisan Klaudios
Ptolemaios (abad kedua).Geografi lebih dari sekedar kartografi, studi
tentang peta. Geografi tidak hanya menjawab apa dan dimana di atas muka
bumi, tapi juga mengapa di situ dan tidak di tempat lainnya, kadang diartikan
dengan "lokasi pada ruang." Geografi mempelajari hal ini, baik yang
disebabkan oleh alam atau manusia. Juga mempelajari akibat yang disebabkan dari
perbedaan yang terjadi itu.
Pengertian menurut para ahli
§ Erastothenes (abad ke-1)Geografi berasal dari kata geographica yang berarti penulisan atau penggambaran mengenai bumi.
§ Ullman (1954)Geografi adalah interaksi antar ruang.
§ Strabo (1970)Geografi erat kaitannya dengan faktor lokasi, karakterisitik tertentu dan hubungan antar wilayah secara keseluruhan. Pendapat ini kemuadian disebut konsep Natural Atrribut of Place.
§ Prof. Bintarto (1981)Geografi mempelajari hubungan kausal gejala-gejala di permukaan bumi, baik yang bersifat fisik maupun yang menyangkut kehidupan makhluk hidup beserta permasalahannya melalui pendekatan keruangan, kelingkungan, dan regional untuk kepentingan program, proses, dan keberhasilan pembangunan.
§ Hasil
seminar dan lokakarya di Semarang (1988)Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan
fenomena geosfer dengan sudut pandang kewilayahan dan kelingkungan dalam
konteks keruangan.
Ilmu Penunjang Geografi
1. Geologi, Ilmu yang mempelajari
bumi secara keseluruhan. Kejadian struktur komposisi, sejarah, dan proses
perkembangannya
2. Geofisika, Ilmu yang mengkaji sifat-sifat bumi bagian dalam dengan metode tehnik fisika. Pengukuran gempa bumi, gravitasi, dam medan magnet.
3. Meteorologi, ilmu yang mengkaji tentang cuaca yang meliputi ciri-ciri fisik dan kimianya, tekanan, suhu udara, angin dan per-awanan.
4. Astronomi, Ilmu yang mempelajari benda-benda langit di luar atmosfer bumi. Matahari, bulan, bintang, dan ruang angkasa.
5. Biogeografi, ilmu yang mempelajari persebaran hewan
dan tumbuhan di permukaan bumi serta faktor-faktor yang mempengaruhi, membatasi
dan menentukan pola persebarannya.
6. Geomorfolog, ilmu yang mengkaji bentuk-bentuk permukaan bumi dan penafsirannya tentang proses terbentuknya.
7. Hidrografi, Ilmu yang berhubungan dengan penelitian dan pemetaan air di muka bumi. Pemetaan air
8. Oseanografi, Ilmu yang mempelajari lautan. Sifat air laut, pasang surut, arus, dan kedalaman.
9. Paleontologi, Ilmu
tentang fosil-fosil serta bentuk-bentuk kehidupan di masa purba(prasejarah)
yang terdapat dibawah lapisan bumi. Fosil-fosil kehidupan dimasa purba.
10. Antropogeografi, ilmu yang mempelajari persebaran manusia di permukaan bumi dalam hubungannya dengan lingkungan geografi.
11. Geografi Matematik, Ilmu geografi yang
berkenaan dengan perkiraan bentuk, ukuran, serta gerakan bumi. Lintang dan
bujur goegrafi, meridian, parallel, dan luas permukaan bumi.
12. Geografi
historic, Cabang geografi yang mempelajari bumi ditinjau dari sudut sejarah
dan perkembangannya. Mempelajari bumi ditinjau dari sudut sejarah.
13. Geografi Regional, Cabang geografi yang mempelajari suatu kawasan tertentu secara khusus. Yang mempelajari suatu kawasan tertentu secara khusus.
14. Geografi Politik, Cabang geografi yang khusus mengkaji kondisi-kondisi geografis ditinjau dari sudut polotik atau kepentingan Negara. Khusus mengkaji kondisi-kondisi geografis ditinjau dari sudut politik.
15. Geografi Fisik, Cabang geografi yang mengkaji tentang bentuk dan struktur pemukaan bumi, yang mencakup aspek geomorfologi dan hidrologi. Mengkaji tentang bentuk dan struktur pemukaan bumi, yang mencakup aspek geomorfologi dan hidrologi.
16. Geografi Manusia, Cabang geografi yang mengkaji tentang aspek sosial ekonomi dan budaya penduduk. Mengkaji tentang aspek sosial, ekonomi, dan budaya penduduk.
17. Klimatologi, ilmu yang mempelajari tentang iklim, yang meliputi sebab terjadinya, pengaruhnya terhadap bentuk fisik dan kehidupan di suatu wilayah.
18.Hidrologi, ilmu yang mempelajari tentang fenomena air di bumi yang meliputi sirkulasi, distribusi, bentuk, serta sifat fisik dan kimianya.
19. Kartografi, ilmu yang mempelajari tentang peta meliputi tentang pembuatan, jenis dan pemanfaatannya.
20. Demografi, ilmu yang mempelajari tentang kependudukan meliputi jumlah, pertumbuhan, komposisi dan migrasi penduduk.
21. Pedologi, ilmu yang mempelajari tentang tanah, meliputi proses pembentukan, jenis-jenis dan persebarannya.
22. Pengideraan Jauh, ilmu yang mempelajari gejala/fenomena geografi pada suatu alat dengan menggunakan bantuan media penginderaan jauh tanpa melakukan kontak secara langsung terhadap lokasi yang diamati.
23. SIG
(Sistem Informasi Geografi), ilmu yang mempelajari tentang tata cara
membuat peta secara komputasi dengan tahap-tahap input data, proses dan
manajemen data, dan output data.
B. Konsep Geografi
1. Lokasi, adalah konsep utama yang akan digunakan untuk mengetahui fenomena geosfer. Konsep lokasi dibagi atas :
a. Lokasi Absolut, lokasi menurut letak lintang dan bujur bersifat tetap. Contoh: lokasi Indonesia terletak di 6° LU – 11° LS dan 95° BT – 141° BT
b. Lokasi Relatif, lokasi yang tergantung pengaruh daerah sekitarnya dan sifatnya berubah. Contoh: lokasi SMA Negeri 2 Purbalingga terletak di daerah Bancar dekat TK Pembina
2. Jarak, yaitu
panjang antara dua tempat. Terdiri antara atas :
a. Jarak Mutlak, satuan panjang yang diukur dengan
kilometer. Contoh: jarak dari Desa Tetel sampai ke SMA Negeri 2 Purbalingga
sekitar 12 Km
b. Jarak Relatif, jarak tempuh yang menggunakan satuan
waktu. Contoh: jarak dari Desa Tetel sampai ke SMA Negeri 2 Purbalingga jika
ditempuh menggunakan motor akan memakan waktu skitar 30 menit
3. Keterjangkauan, menyangkut ketercapaian untuk menjangkau suatu tempat, sarana apa yang digunakan, atau alat komunikasi apa yang digunakan dan sebagainya. Contoh:
- Sebuah desa yang dikelilingi oleh rawa-rawa dan hutan biasanya sulit untuk dicapai daripada sebuah desa yang terletak di pantai
- Suatu daerah terisolasi karena kondisi permukaan bumi yang yang menyebabkan sulit untuk mencapai daerah tersebut
4. Pola, berupa gambar atau fenomena geosfer seperti pola aliran sungai, pola pemukiman, lipatan patahan dan lain-lain. Contoh:
- Pola pemukiman di daerah pegunungan yang didominasi oleh pola menyebar.
- Pola sungai di daerah lipat umumnya teralis.
5. Morfologi, menunjukkan bentuk muka bumi sebagai hasil tenaga endogen dan eksogen yang membentuk dataran rendah, dataran tinggi dan pegunungan. Contoh: tanah rendah di sepanjang pantai utara Jawa didominasi oleh perkebunan tebu.
6. Aglomerasi, pengelompokan fenomena di suatu kawasan dengan latar belakang adanya unsur-unsur yang lebih memberi dampak positif. Contoh:
- Penduduk di perkotaan cenderung tinggal secara mengelompok pada tingkat sosial yang sejenis seperti permukiman elit atau mewah, permukiman khusus pedagang, kompleks perumahan pegawai negeri, atau permukiman kumuh. mukiman kumuh.
- Di daerah pedesaan, pada umumnya penduduk mengelompok di daerah
dataran yang subur.
7. Nilai Kegunaan, manfaat yang diberikan oleh suatu wilayah di muka bumi pada makhluk hidup, tidak akan sama pada semua orang. Contoh: nilai bagi orang yang mendapat musibah kebanjiran itu buruk, akan tetapi bagi orang yang menjadi pengusaha penyewaan rumah musibah tersebut bernilai baik
8. Interaksi Interdependensi, keterkaitan ruang antara satu dengan yang lain, misalnya interaksi antara desa dengan kota. Contoh: Interaksi antara daerah pedesaan dan perkotaan sangat penting peranannya untuk pemenuhan kebutuhan hidup di antara keduanya. Bentuk interaksi tersebut misalnya proses pengangkutan hasil pertanian dari desa ke kota, dan proses pengangkutan mesin pertanian dari kota ke desa. Interaksi juga terjadi antara kota yang satu dengan kota yang lain baik dalam bentuk pertukaran barang dan jasa, maupun perpindahan penduduk.
9. Diferensiasi Area, daerah-daerah yan terdapat di muka bumi berbeda satu sama lain. Dapat dicermati dari corak yang dimiliki oleh suatu wilayah dengan wilayah yang lainnya. Contoh:
- jenis tanaman dibudidayakan di dataran tinggi akan berbeda dari jenis-jenis tanaman di dataran rendah
- penduduk yang hidup di wilayah pesisir memiliki tudung berarti dominan sebagai nelayan, yang berbeda dari orang-orang yang hidup di dataran rendah yang cenderung bekerja sebagai petani sebagai alat mata pencaharian mereka
10. Keterkaitan keruangan, hubungan
antara penyebaran suatu unsur dengan unsur yang lain pada suatu tempat. Contoh:
keterkaitan antara tingkat erosi dengan kesuburan tanah. Semakin besar tingkat
erosi maka kesuburan tanah semakin berkurang.
C. Aspek Geografi
1. Geografi Fisik adalah cabang dari ilmu Geografi yang mempelajari gejala fisik dari permukaan bumi ( tanah,air dan udara ) juga mengkaji gejala-gejala alamiah permukaan bumi yang menjadi lingkungan hidup manusia. Melingkupi litosfer, Atmosfer dan Hidrosfer. Contoh : gempa bumi dan tsunami
2. Geografi Manusia atau Sosial adalah cabang yang mempelajari semua aspek di permukaan bumi yang mengambil manusia sebagai objek utamanya. Melingkupi antropesfer (aktifitas manusia) dengan IPTEKnya.
3. Geografi Regional merupakan perpaduan antara Geografi
fisik dan manusia. Geografi regional merupakan study tentang variasi
persebaran. Gejala dalam ruang pada waktu tertentu, baik lokasi
Nasional maupun Kontinental.
D. Pendekatan Geografi
1. Pendekatan keruangan(spatial approach) menganalisis gejala atau fenomena geografis berdasarkan penyebarannya dalam ruang (waluya,2009:10). Pendekatan keruangan termasuk di dalamnya melihat unsur-unsur sosial, budaya dan fisik alamiah serta memperhatikan lokasi dan persebarannya di dalam ruang. Contohnya :keberadaan lokasi dari kawasan industri textil di kabupaten Bandung (Dayeuh kolot dan Rancaekek) berada dekat dengan akses tol? kenapa tidak di tengah-tengah pemukiman penduduk seperti yang ada di Majalaya?
2. Pendekatan kelingkungan(ecological approach) menganalisis fenomena geografis berdasarkan interaksi manusia dan unsur lingkungan (abiotik dan biotik) yang ada disekitarnya. Contohnya : Munculnya industri di sekitar pemukiman warga dapat menjadi bumerang bagi ketersediaan sumberdaya air yang ada disekitarnya.Seperti sungai yang biasa di pakai untuk kebutuhan air baku warga dapat tercemar oleh limbah industri yang dibuang langsung ke sungai. tapi, hal tersebut diperparah ketika warga pun menjadikan sungai sebagai pembuangan limbah rumah tangga yang mereka hasilkan. hasilnya adalah sungai akan semakin tercemar dan kehidupan biota di dalamnya pun akan terancam keberadaannya bahkan punah.
3. Pendekatan
kewilayahan (regional approach) menganalisis
fenomena geografis dengan menggabungkan pendekatan kelingkungan dan pendekatan
keruangan secara komprehensif . Contohnya : fenomena urbanisasi di berbagai
kota besar dewasa ini cenderung tidak bisa di kontrol. urbanisasi hadir karena
perbedaan potensi dan daya dukung untuk hidup di pedesaan dengan di perkotaan.
hal itu didukung pula oleh lancarnya sarana transportasi dan teknologi
informasi. kenyataan yang timbul adalah kedatangan kaum urban tidak bisa di
tampung sepenuhnya oleh kota, dikarenakan daya dukung kota pun terbatas. akibatnya,
mereka muncul sebagai kaum marginal yang sulit untuk mendapat tempat layak
untuk hidup yang bertempat tinggal di sempadan sungai, bawah jembatan dan atau
tempat-tempat kumuh lainnya
E. Prinsip Geografi
1. Prinsip Penyebaran atau DistribusiYaitu menjelaskan suatu gejala dan fakta yang tersebar tidak merata di permukaan bumi, yaitu bentang alam, tumbuhan, hewan dan manusia. Contoh: persebaran kandungan minyak bumi dan gas di wilayah Indonesia tidaklah merata, lebih banyak terkonsentrasi di wilayah Indonesia bagian barat, sedangkan di wilayah Indonesia bagian timur lebih banyak mengandung bahan mineral.
2. Prinsip InterelasiYaitu suatu hubungan saling terkait dalam ruang, antara gejala yang satu dengan yang lain. Contoh: usaha pembukaan lahan di hutan untuk keperluan area pertambangan akan menyebabkan terjadinya penebangan hutan dan berubahnya ekosistem satwa dan tumbuhan di area hutan tersebut.
3. Prinsip deskripsiYaitu penjelasan lebih jauh mengenai gejala-gejala yang diselidiki. Contoh: peta persebaran curah hujan.
4. Prinsip
KorologiYaitu gejala fakta
ataupun masalah Geografi di suatu tempat yang di tinjau sebenarnya,
interaksinya dan integrasinya dalam ruang. Contoh: ketika petani sedang
melakukan kegiatan di sawah dengan segala kondisi geografi pada saat itu, serta
fenomena-fenomena geosfer yang berlangsung. Secara keseluruhan dapat
dikemukakan bahwa dalam mengkaji gejala geografi pada suatu wilayah baik sempit
maupun luas harus ditunjukkan mengenai persebaran gejala geografi, interrelasi
antargejala, deskripsi masing-masing gejala dan hubungan keruangannya.
F. Sejarah Perkembangan Bumi
Menurut para ahli geologi, sebenarnya pelebaran alur-alur dasar samudera, gerakan - gerakan benua, pola seismik dunia, dan pola kegiatan vulkanik merupakan bagian dari satu desakan energi dari perut bumi. Permukaan planet bumi terdiri dari enam bentangan besar lempeng benua yang bersifat keras, tetapi sebenamya tipis bila dibanding dengan ukuran bola bumi. Ukuran yang paling tebal pada benua-benua itu tidak mencapai 150 km. Lempeng - lempeng benua itu saling bergeseran. Gerakan-gerakan pergeseran kerak bumi ini juga disebabkan oleh desakan hebat dari energi yang dikeluarkan oleh perut bumi.Benua Asia terdiri dari tiga lempeng benua yang besar, yaitu Eurasia, Pasifik, dan India. Eurasia merupakan lempeng yang paling besar dan relatif statis, sedangkan lempengan Pasifif dan India terus menerus bergerak, menggeser ke arah barat laut (Pasifik), dan utara (India). Gerakan-gerakan "tabrakan" ini menghasilkan jajaran pulau-pulau dan jajaran pegunungan seperti Pegunungan Himalaya.Hal-hal penting tentang gerakan benua adalah sebagai berikut.
1. Gerakan-gerakan lempeng tektonik terus-menerus terjadi dan menciptakan perubahan - perubahan di permukaan bumi.
2. Sumber gerakan ini ialah arus yang disebabkan oleh panas. Arus ini terjadi dalam batuan padat tetapi kenyal di dalam lapisan astenosfer selubung bumi.
3. Lempeng tektonik dapat meleleh waktu mendekati kulit bumi dan keluar lewat gunung api, celah, atau retakan seperti yang terjadi pada Pematang Atlantik Tengah. Sambil meninggalkan retakan dasar samudera, batuan yang meleleh membentuk dasar baru di laut.
4. Dasar batuan yang meleleh mendesak maju bagian kerak bumi yang lebih tua. Bagian tua ini mungkin mendukung benua. Kalau bagian kerak bumi seperti itu bertemu ujung, maka benturan itu menyebabkan gempa. Inilah yang terjadi di dalam laut di lepas pantai Amerika Selatan. Satu bagian bumi didorong masuk ke selubung untuk meleleh kembali, bagian lainnya didorong ke atas sehingga membentuk pematang.
5. Teori gerakan lempeng tektonik banyak kaitannya dengan persebaran gunung api di muka bumi dan terjadinya gempa bumi
Sejak sekitar tahun 1900, para ahli geologi telah mengetahui bahwa kerak bumi bagian luar mengapung di atas lapisan lebih dalam yang lunak. Akan tetapi, teori mengenai gerakan-gerakan benua tersebut baru dipublikasikan secara luas sejak tahun 1960.
a.
Teori gerakan benua salah satunya disampaikan oleh Alfred Lothar Wegener
(1880-1930)la
mengemukakan teori yang disebut Apungan dan Pergeseran Benua-benua.
mengungkapkan teori tersebut pada tahun 1912 di hadapan perhimpunan ahli
geologi di Frankfurt, Jerman. Teori tersebut diungkapkan pertama kalinya di
dalam bentuk buku pada tahun 1915 yang berjudul Die Enstehung der
Kontinente und Ozeane (Asal Usul Benua dan Lautan).Buku
tersebut menimbulkan kontroversi besar di lingkungan ahli-ahli geologi.
Kontroversi itu aru mereda tahun enampuluhan setelah teori apungan Benua
Wegener ini makin banyak mendapat penganut di lingkungan ahli ilmu pengetahuan.
A. Adapun titik tolak teori Wegener tersebut adalah:
1. Adanya persamaan yang mencolok antara garis kontur pantai timur Benua Amerika Utara dan Selatan dengan garis kontur pantai barat Eropa dan Afrika. Kedua garis yang sama tersebut sebenamya dahulu adalah daratan yang berimpitan. Itulah sebabnya formasi geologi di bagian-bagian yang bertemu itu sama. Keadaan ini telah dibuktikan kebenarannya. Formasi geologi di sepanjang pantai Afrika Barat dari Sierra Leone sampai Tanjung Afrika Selatan sama dengan apa yang ada di pantai Timur Amerika, dari Peru sampai Bahia Blanca.2. Daerah Greenland sekarang ini bergerak menjauhi daratan Eropa dengan kecepatan 36 meter /tahun, sedangkan Kepulauan Madagaskar menjauhi Afrika Selatan dengan kecepatan 9 meter/tahun. Menurut Wegener, benua-benua yang sekarang ini, dahulunya adalah satu benua yang disebut Benua Pangea. Benua tunggal itu mulai memecah karena gerakan benua besar di selatan baik ke arah barat maupun ke utara menuju khatulistiwa. Dengan peristiwa tersebut maka terjadilah hal-hal sebagai berikut.
a. Bentangan-bentangan samudera dan benua-benua mengapung sendiri-sendiri. b
b. Samudera Atlantik menjadi semakin luas karena Benua Amerika masih terus melangsungkan gerakannya ke arah barat. Dengan demikian terjadi lipatan-lipatan kulit bumi yang menjadi jajaran pegunungan utara-selatan, yang terdapat di sepanjang pantai Amerika Utara Selatan.
c. Adanya
kegiatan seismik yang luar biasa di sepanjang Patahan St. Andreas, dekat pantai
barat Amerika Serikat.d. Batas
Samudera Hindia makin mendesak ke utara. Anak Benua India semula di duga agak
panjang, tetapi karena gerakannya ke utara maka India makin menyempit dan makin
mendekat ke Benua Eurasia. Proses tersebut menimbulkan lipatan Pegunungan
Himalaya. Benua-benua sekarang ini pun masih terus bergerak. Gerakan itu dapat
dibuktikan dengan makin melebarnya celah yang terdapat di alur-alur dalam
samudera.
B. Descartes la mengemukakan teori kontraksi yang kemudian diteruskan oleh Suess.
Menurut
Rene Descartes (1596-1650), bumi kita makin susut dan mengkerut karena
pendinginan. Karena itu, terjadilah gunung-gunung dan lembah-lembah. Teori ini
tidak mendapat dukungan para ahligeologi. Daerah tanggul dasar samudera
terdapat di tempat dua lempeng merenggang. Terbentuknya tanggul itu akibat
produk vulkanisme yang bertumpuk sepanjang celah. Tanggul seperti itu terdapat
di Lautan Atlantik, memanjang dari dekat Kutub Utara sampai mendekati Kutub
Selatan. Celah ini menjadikan benua Amerika bergerak saling menjauh dengan
benua Eropa dan Afrika. Di Samudera Pasifik terdapat tanggul di bagian Tenggara
samudera ini, membujur ke Utara sampai ke Teluk California. Di bagian Selatan
Samudera Hindia, tanggul seperti itu memanjang dari Baratke Timur, mendorong
lempeng dasar Samudera Hindia atau lempeng Indo - Australia ke arah Utara.
Pergeseran lempeng tersebut mendorong anak benua India yang berasal dari dekat
Antarktika hingga bertabrakan dengan lempengbenua Asia dan menyebabkan
pembentukan Pegunungan Himalaya. a. Di
daerah dua lempeng saling bertumbukan Di daerah pertumbukan dua lempeng terjadi
beberapa fenomena,yaitu:1. lempeng dasar samudera menunjam ke
bawah lempeng benua;2. terbentuk palung laut di tempat
tumbukan itu;3. pembengkakan tepi lempeng benua yang
merupakan deretan pegunungan;4. terdapat aktivitas vulkanisme,
intrusi, dan ekstrusi;5. merupakan daerah hiposentra gempa
dangkal dan dalam;6. penghancuran lempeng akibat
pergesekan lempeng; dan7. timbunan sedimen campuran yang dalam
geologi dikenal dengan nama batuan bancuh atau melange (Bahasa Perancis).b. Di
daerah dua lempeng saling menjauh terdapat beberapa fenomena, seperti:1. perenggangan lempeng yang disertai
pertumbukan kedua tepi lempeng tersebut2. pembentukan tanggul dasar samudera di
sepanjang tempat perenggangan lempeng3. aktivitas vulkanisme laut dalam yang
menghasilkan lava basa berstruktur bantal dan hamparan leleran lava yang encer4. aktivitas gempa di dasar laut dan
sekitarnya.
G.Jagad Raya
1. PENGERTIAN JAGAD RAYA Jagat
raya adalah istilah lain dari alam semesta. Jagat raya adalah sebuah ruang
tempat segenap benda langit berada, termasuk bumi tempat manusia hidup. Di
jagat raya terdapat bermilyar-milyar bintang, planet-planet, komet,meteor.
Selain itu di jagat raya juga terdapat debu, kabut dan gas. Jagat raya atau
alam semesta (the universe) merupakan ruang tidak terbatas yang di dalamnya
terdiri atas semua materi, termasuk tenaga dan radiasi. Jagat raya tidak dapat
diukur, dalam arti batas-batasnya tidak dapat diketahui dengan jelas.
2. ANGGAPAN TENTANG JAGAD RAYA DAN ALAM SEMESTABerikut ini adalah penjelasan anggapan-anggapan manusia tentang jagat raya dan alam semesta sejak dahulu hingga sekarang seperti Heliosentris, Antroposentris, Geosentris, Galaktosentris. Penjelasannya adalah sebagai berikut:
1. Anggapan Antroposentris atau EgosentrisAnggapan ini dimulai pada tingkat awal manusia atau pada masa manusia primitif yang menganggap bahwa manusia sebagai pusat alam semesta. Pada waktu menyadari ada Bumi dan langit, manusia
2. Anggapan GeosentrisAnggapan ini menempatkan Bumi sebagai pusat dari alam semesta. Geosentris (geo = Bumi; centrum = titik pusat). Anggapan ini dimulai sekitar abad VI Sebelum Masehi (SM), saat pandangan egosentris mulai ditinggalkan. Salah seorang yang mengemukakan anggapan geosentris adalah Claudius Ptolomeus. Ia melakukan observasi di Alexandria, kota pusat budaya Mesir pada masa lalu. Ia menganggap bahwa pusat jagat raya adalah Bumi, sehingga Bumi ini dikelilingi oleh matahari dan bintang-bintang.
3. Anggapan HeliosentrisPandangan heliosentris (helios = matahari) dianggap sebagai pandangan yang revolusioner yang menempatkan matahari sebagai pusat alam semesta. Seorang mahasiswa kedokteran, ilmu pasti dan Astronomi, Nicholas Copernicus (1473–1543) pada tahun 1507 menulis buku ”De Revolutionibus Orbium Caelestium” (tentang revolusi peredaran benda-benda langit).Ia mengemukakan bahwa matahari merupakan pusat jagat raya yang dikelilingi planet-planet, bahwa bulan mengelilingi Bumi dan bersama-sama mengitari matahari, dan bahwa Bumi berputar ke timur yang menyebabkan siang dan malam.Menganggap matahari, bulan, bintang, dan Bumi serupa dengan hewan, tumbuhan, dan dengan dirinya sendiri.
4. Anggapan GalaktosentrisGalaktosentris (Galaxy =
kumpulan jutaan bintang) merupakan anggapan yang menempatkan galaksi sebagai
pusat Tata Surya. Galaktosentris dimulai tahun 1920 yang ditandai dengan
pembangunan teleskop raksasa di Amerika Serikat, sehingga dapat memberikan
informasi yang lebih banyak mengenai galaksi.
3. TEORI
TERJADINYA JAGAD RAYA
a. Teori Ledakan Besar (The Big Bang Theory) Menurut Teori Ledakan Besar, jagat raya berawal dari adanya suatu massa yang sangat besar dengan berat jenis yang besar pula dan mengalami ledakan yang sangat dahsyat karena adanya reaksi pada inti massa. Ketika terjadi ledakan besar, bagian-bagian dari massa tersebut berserakan dan terpental menjauhi pusat dari ledakan. Setelah miliaran tahun kemudian, bagian-bagian yang terpental tersebut membentuk kelompok-kelompok yang dikenal sebagai galaksi-galaksi dalam sistem tata surya.
b.
Teori Mengembang dan Memampat (The Oscillating Theory) Teori ini
dikenal pula dengan nama teori ekspansi dan konstraksi. Menurut teori ini jagat
raya terbentuk karena adanya suatu siklus materi yang diawali dengan massa
ekspansi (mengembang) yang disebabkan oleh adanya reaksi inti hidrogen. Pada
tahap ini terbentuklah galaksi- galaksi.Tahap ini
diperkirakan berlangsung selama 30 miliar tahun. Selanjutnya, galaksi-galaksi
dan bintang yang telah terbentuk akan meredup kemudian memampat didahului
dengan keluarnya pancaran panas yang sangat tinggi. Setelah tahap memampat,
maka tahap berikutnya adalah tahap mengembang dan kemudian pada akhirnya
memampat lagi.
c. Teori Keadaan Tetap Teori
Keadaan Tetap menyebutkan bahwa alam semesta selalu memuai dengan laju tetap
dan materi baru terus menerus tercipta. Akibatnya, dalam ruang tertentu selalu
dipadati oleh materi yang berjumlah tetap. Teori ini diajukan oleh ahli
kosmologi bangsa Inggris (Fred Hoyle, Herman Bondi dan Thomas Gold). Dikatakan
bahwa alam semesta ini tak berawal dan tak berakhir. Di mana-mana sama setiap
saat. Agar alam semesta selalu dalam keadaan begitu maka perlu diciptakan bahan
baru secara sinambung. Bahan baru ini menimbulkan tekanan yang memaksa alam
semesta memuai secara terus-menerus. Bahan baru tersebut selanjutnya memadat
menjadi galaksi untuk mengisi kekosongan yang ditimbulkan karena pemuaian.
4. ANGGOTA
JAGAD RAYA Galaksi (The Galaxy)
Galaksi adalah kumpulan bintang yang membentuk suatu sistem,terdiri atas satu
atau lebih benda angkasa yang berukuran besar dan dikelilingi oleh benda-benda
angkasa lainnya sebagai anggotanya yang bergerak mengelilinginya secara
teratur.
Di dalam ilmu astronomi, galaksi diartikan sebagai suatu sistem yang terdiri
atas bintang-bintang, gas, dan debu yang amat luas, di mana anggotanya memiliki
gaya tarik menarik (gravitasi). Suatu galaksi pada umumnya terdiri atas
miliaran bintang yang memiliki ukuran, warna, dan karakteristik yang sangat
beraneka ragam.
Secara garis besar, menurut morfologinya galaksi dibagi menjadi tiga tipe,
yaitu galaksi tipe spiral, elips, dan tidak beraturan. Pembagian tipe ini
berdasarkan bentuk atau penampakan galaksi-galaksi tersebut.
Galaksi-galaksi yang diamati dan dipelajari oleh para astronom sejauh ini
komposisinya sekitar 75% galaksi spiral, 20% galaksi elips, dan 5% galaksi
tidak beraturan. Namun, ini bukan berarti galaksi spiral adalah galaksi yang
paling banyak terdapat di alam semesta ini. Sesungguhnya yang paling banyak
terdapat di alam semesta ini adalah galaksi elips. Jika diambil volume ruang
angkasa yang sama, orang akan menemukan lebih banyak galaksi elips daripada
galaksi spiral. Hanya saja galaksi tipe ini banyak yang redup sehingga teramat
sulit untuk diamati.
Galaksi Bima Sakti termasuk galaksi spiral dan berbentuk seperti cakram, garis
tengahnya kira-kira 100.000 tahun cahaya. Pusat galaksi berada dalam gugusan
bintang Sagitarius. Diperkirakan galaksi ini berumur 12–14 biliun tahun
dan terdiri atas 100 biliun bintang.
Istilah tahun cahaya menggambarkan jarak yang ditempuh oleh cahaya dalam waktu
satu tahun. Dengan kecepatan 300.000 km/s, dalam waktu satu tahun cahaya akan
menempuh jarak sekitar 9,5 juta kilometer. Jadi, satu tahun cahaya adalah 9,5
juta km. Hal ini berarti garis tengah galaksi Bima Sakti sekitar 100.000 × 9,5
juta km, atau 950 ribu juta km.Untuk memudahkan
perhitungan, digunakan satuan jarak, yaitu tahun cahaya. Dengan satuan ini,
tebal bagian pusat galaksi Bima Sakti sekitar
10.000 tahun cahaya.
Lalu, di mana letak Matahari? Matahari terletak sekitar 30.000 tahun cahaya
dari pusat Bima Sakti. Matahari bukanlah bintang yang istimewa, melainkan
hanyalah salah satu dari 200 miliar bintang anggota Bima Sakti. Bintang-bintang
anggota galaksi Bima Sakti tersebar dengan jarak dari satu bintang ke bintang
lain berkisar antara 4 sampai 10 tahun cahaya. Bintang terdekat dengan matahari
adalah Proxima Centauri (anggota dari sistem tiga bintang Alpha Centauri), yang
berjarak 4,23 tahun cahaya. Semakin ke arah pusat galaksi, jarak antarbintang
semakin dekat, atau dengan kata lain kerapatan galaksi ke arah pusat semakin
besar.Bima
Sakti bukanlah satu-satunya galaksi yang ada di alam semesta ini. Dalam alam semesta,
ada begitu banyak sistem seperti ini yang mengisi setiap sudut langit sampai
batas yang dapat dicapai oleh teleskop yang paling besar. Jumlah keseluruhan
galaksi yang dapat dipotret dengan teleskop berdiameter 500 cm di Mt. Palomar
sampai kira-kira satu miliar galaksi. Jadi, tidaklah salah jika seseorang
memperkirakan bahwa andaikan seseorang memiliki teleskop yang jauh lebih besar,
orang tersebut dapat melihat jauh lebih banyak lagi galaksi-galaksi di alam
semesta ini.
Nebula
Nebula adalah kabut atau awan debu dan gas yang bercahaya dalam suatu kumpulan
yang sangat luas. Nebula banyak diyakini oleh para ahli sebagai suatu materi
cikal bakal terbentuknya suatu sistem bintang, seperti sistem bintang matahari
atau disebut tata surya. Nebula yang terkenal, antara lain nebula Orion M42
pada rasi Orion dan Nebula Trifid pada rasi Sagitarius.
Bintang (The Star)
Bintang adalah benda angkasa yang memiliki cahaya sendiri. Salah satu bintang
adalah Matahari atau disebut Bintang Matahari (The Sun Star), nama-nama bintang
lainnya, antara lain Bintang Polaris, Antares, Aldebaran, Sirius, Spica,
Betelguese, Hidra, Pegasus, Phoenix, Carina, dan Vega.
Kelompok bintang-bintang yang membentuk pola tertentu dan letaknya berdekatan
disebut Rasi Bintang atau Konstelasi Bintang. Contohnya, rasi bintang Pari
(Crux) yang merupakan kumpulan dari empat bintang yang letaknya berdekatan,
yakni Bintang Alfa, Beta, Gamma, dan Delta. Selain rasi bintang Crux, nama-nama
rasi bintang lainnya, antara lain rasi bintang Orion, Centauri, Ursa Mayor,
Lyra, dan Aquilla.Di sekitar ekliptika yang seolah-olah melingkari bola langit ter-
dapat 12 rasi bintang yang disebut Zodiak. Dua belas Rasi bintang yang terdapat
di sekitar ekliptika adalah Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra,
Scorpio, Sagitarius, Capricornus, Aquarius, dan Pisces.
H. Tata
Surya
1. PENGERTIAN TATA SURYA
Tata surya adalah sekelompok benda langit yang terdiri atas
matahari sebagai pusat dan sumber cahaya yang dikelilingi oleh planet-planet
beserta satelit-satelitnya, asteroid (planetoid), komet, dan meteor.
2. ANGGAPAN TENTANG TATA SURYA
1.Geosentris
Teori ini mengemukakan bahwa matahari mengelilingi bumi
2.Heliosentris
Teori ini mengemukakan bahwa bumi mengelilingi matahari sebagai
pusat peredaran tata surya
3. TEORI TERJADINYA TATA SURYA
Teori-teori tentang proses terbentuknya tata surya dapat
dikelompokan menjadi beberapa teori, yaitu sebagai berikut.
a. Teori nebula (Kant dan Laplace)
Teori Nebula pertama kali dikemukakan seorang filsuf Jerman bernama Imanuel
Kant. Menurutnya, tata surya berasal dari nebula yaitu gas atau kabut tipis
yang sangat luas dan bersuhu tinggi yang berputar sangat lambat. Perputaran
yang lambat itu menyebabkan terbentuknya konsentrasi materi yang mempunyai
berat jenis tinggi yang disebut inti massa di beberapa tempat yang berbeda.
Inti massa yang terbesar terbentuk di tengah, sedangkan yang kecil terbentuk di
sekitarnya Karena terjadi proses pendinginan, inti-inti massa yang lebih kecil
berubah menjadi planet-planet, sedangkan yang paling besar masih tetap dalam
keadaan pijar dan bersuhu tinggi yang disebut matahari.
Teori nebula lainnya dikemukakan oleh Pierre Simon Laplace. Menurut Laplace,
tata surya berasal dari bola gas yang bersuhu tinggi dan berputar sangat cepat.
Karena perputaran yang sangat cepat, sehingga terlepaslah bagian-bagian dari
bola gas tersebut dalam ukuran dan jangka waktu yang berbeda-beda.
Bagian-bagian yang terlepas itu berputar dan akhirnya mendingin membentuk
planet-planet, sedangkan bola gas asal dinamakan matahari.
b. Teori planetesimal (Moulton dan Chamberlain)
Moulton dan Chamberlain, berpendapat bahwa tata surya berasal dari adanya
bahan-bahan padat kecil yang disebut planetesimal yang mengelilingi inti yang
berwujud gas bersuhu tinggi. Gabungan bahan-bahan padat kecil itu kemudian
membentuk planet-planet, sedangkan inti massa yang bersifat gas dan bersuhu
tinggi membentuk matahari.
c.
Teori pasang surut (Jeans dan Jeffreys)Astronom Jeans dan Jeffreys, mengemukakan pendapat bahwa tata
surya pada awalnya hanya matahari saja tanpa mempunyai anggota. Planet-planet
dan anggota lainnya terbentuk karena adanya bagian dari matahari yang tertarik
dan terlepas oleh pengaruh gravitasi bintang yang melintas ke dekat matahari.
Bagian yang terlepas itu berbentuk seperti cerutu panjang (bagian tengah besar
dan kedua ujungnya mengecil) yang terus berputar mengelilingi matahari,
sehingga lama kelamaan mendingin membentuk bulatan-bulatan yang disebut planet.
d. Teori bintang kembar (Lyttleton)
Teori bintang kembar dikemukakan astronom Inggris bernama Lyttleton. Teori ini
menyatakan bahwa pada awalnya matahari merupakan bintang kembar yang satu
dengan lainnya saling mengelilingi, pada suatu masa melintas bintang lainnya
dan menabrak salah satu bintang kembar itu dan menghancurkannya menjadi
bagian-bagian kecil yang terus berputar dan mendingin menjadi planet-planet
yang mengelilingi bintang yang tidak hancur, yaitu matahari.
e. Teori awan debu (Weizsaecker dan Kuiper)
Weizsaecker dan Kuiper, berpendapat bahwa tata surya berasal dari awan yang
sangat luas yang terdiri atas debu dan gas (hidrogen dan helium).
Ketidakteraturan dalam awan tersebut menyebabkan terjadinya penyusutan karena
gaya tarik menarik dan gerakan berputar yang sangat cepat dan teratur, sehingga
terbentuklah piringan seperti cakram. Inti cakram yang menggelembung menjadi
matahari, sedangkan bagian pinggirnya berubah menjadi planet-planet.
Ahli astronomi lainnya yang mengemukakan teori awan debu antara lain, F.L
Whippel dari Amerika Serikat dan Hannes Alven dari Swedia. Menurutnya, tata
surya berawal dari matahari yang berputar dengan cepat dengan piringan gas di
sekelingnya yang kemudian membentuk planet-planet yang beredar mengelilingi
matahari.
4. ANGGOTA TATA SURYA
1. Matahari sebagai Pusat Tata Surya
Matahari merupakan salah satu bintang di dalam Galaksi Bima Sakti yang memiliki
fungsi dan peranan paling penting di dalam struktur tata surya. Matahari merupakan
bagian dari tata surya yang memiliki ukuran, massa, volume, temperatur, dan
gravitasi yang paling besar sehingga matahari memiliki pengaruh yang sangat
besar pula terhadap benda- benda angkasa yang beredar mengelilinginya.
Matahari memiliki garis tengah sekitar 1.392.000 km atau sekitar 109 kali garis
tengah bumi. Massa atau berat totalnya sekitar 332.000 kali dari berat bumi,
volumenya diperkirakan 1.300.000 kali volume bumi, dan temperatur di
permukaannya sekitar mencapai 5.000° C, sedangkan temperatur di pusatnya
sekitar 15.000.000° C.
Temperatur matahari yang sangat tinggi menurut Dr. Bethe (1938)
disebabkan oleh adanya reaksi inti di dalam tubuh matahari. Ia berpendapat
bahwa dalam keadaan panas dan tekanan yang sangat tinggi, atom-atom di dalam
tubuh matahari akan kehilangan elektron- elektronnya sehingga kemudian menjadi
inti atom yang bergerak ke berbagai arah dengan kecepatan yang sangat tinggi,
dan menimbulkan tumbukan antarinti atom dan penghancuran sebagian massanya
(massa defect), kemudian berubah menjadi energi panas dan cahaya yang
dipancarkan ke berbagai arah.a. Struktur Matahari
Bagian-bagian Matahari
|
Atmosfer matahari adalah lapisan paling luar dari matahari yang berbentuk gas, terdiri atas dua lapisan, yaitu kromosfer dan korona. Kromosfer merupakan lapisan atmosfer matahari bagian bawah yang terdiri atas gas yang renggang berwarna merah dengan ketebalan sekitar 10.000 km. Lapisan gas ini merupakan lapisan yang paling dinamis karena seringkali muncul tonjolon cahaya berbentuk lidah api yang memancar sampai ketinggian lebih dari 200.000 km yang disebut prominensa (protuberans). Korona adalah lapisan atmosfer matahari bagian atas yang terdiri atas gas yang sangat renggang dan berwarna putih atau kuning kebiruan, serta memiliki ketebalan mencapai ribuan kilometer. Kromosfer dan korona dalam keadaan normal tidak dapat terlihat jelas dari bumi karena tingkat sinar terangnya lebih rendah dari lapisan permukaan matahari. Atmosfer matahari (kromosfer, korona, dan prominensa) dapat terlihat jelas jika bulatan matahari tertutup oleh bulatan bulan pada saat terjadi gerhana matahari total atau melalui pengamatan dengan menggunakan alat yang disebut koronagraf.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar